Allegri Komentari Kekalahan Juventus Kontra Genoa

Allegri-Komentari-Kekalahan-Juventus-Kontra-Genoa--2

Pelatih Juventus, Massimo Allegri komentari kekalahan Juventus dan baginya kekalahan timnya atas Genoa . Justru berdampak positif karena itu akan membangunkan anak-anak asuhnya bahwa perburuan Scudetto belum berakhir. Juventus musim ini belum pernah tersentuh kekalahan di Serie A.

Akan tetapi Juventus musim ini belum pernah tersentuh kekalahan di Serie A. Tetapi rekor impresif itu terhenti pada giornata 28 di Luigi Ferraris. Mereka ditumbangkan oleh Genoa dengan skor 2-0. Gol-gol tuan rumah dicecatk oleh Stefani Sturaro dan Goran Pandev.

Allegri komentari kekalahan Juventus kontra Genoa

Allegri-Komentari-Kekalahan-Juventus-Kontra-Genoa--1

Karena Atletico

Sebelumnya, tengah pekan kemarin Juventus bermain di Liga Champions. Bianconeri bermain tempo tinggi saat menjamu Atletico Madrid. Alhasil, Juve bisa menang 3-0 berkat catatan hattrick Cristiano Ronaldo. Kemenangan itu membuat Si Nyonya Tua berhak lolos ke babak perempta final. Namun kemenangan itu, menurut Allegri, ada konsekuensinya. Anak-anak asuhnya jadi kurang fit saat menghadapi Genoa.

“Tak terhindirkan, upaya yang kami tunjukan melawan Atletico Madrid pada hari Selasa membebani kami. Kami menjalankan beberapa resiko di babak pertama, tetapi tampil lebih, lebih baik setelah istirahat. Setelah kami sepertinya telah memegang kendali, saat itulah kami kebobolan dan permainan berubah.” Massimo Allegri kepada media.

Terbangun

Namun Allegri juga menyebut kekalahan ini memiliki dampak positif pula. Kekalahan ini membuat anak-anak asuhnya terbangun dalam perburuan Scudetto. Maksudnya, mereka kini jadi tidak terlena lagi karena berada terlalu nyaman di puncak klasemen. Juve sekarang mengoleksi 75 poin dan unggul 18 poin dari Napoli yang ada di posisi kedua. Namun selisih itu bisa menipis menjadi 15 angka bila Partenopei menang atas Udinese pada giornata 28 ini.

“Anda tidak dapat memainkan setiap laga dengan kemampuan terbaik anda. Saya pikir, jika ada, kekalahan ini dapat membantu kami dan membangunkan kami. Kami mengira, kami sudah memenangkan Scudetto, tetapi bukan itu masalahnya. Kami membutuhkan lima kemenangan lagi dan sekarang harus berharap Napoli kehilangan beberapa poin,”Kata Massimo Allegri kepada media.

“Mustahil untuk memenangkan setiap pertandingan. Saya sudah mengatakan itu sejak awal. Jadi tidak perlu membuat drama dari kekalahan ini. Kami telah memainkan  28 pertandingan, menang 24 dan seri tiga kali. Jadi ini tidak terlalu buruk.”

Debut istimewa

Sturaro sebelumnya tidak bisa bermain bagi Sporting karena ia mengalami cedera tumit. Juga tidak bisa langsung main bagi Genoa karena cedera itu belum pulih. Ia baru melakoni debutnya di laga lawan Juventus. Ia masuk pada menit ke 70 menggantikan Darko Lazovic.

Pada menit ke 72, ia berhasil mencetak gol pertama Genoa. Pada akhirnya Bianconeri pun menang 2-0. Satu gol lagi dicetak oleh Goran Pandev. Allegri kemudian memuji debut istimewa pemain berusia 26 tahun tersebut.

“Saya benar-benar bahagia untuk Stefano, karena jika ada yang harus mencetak gol melawan kami, saya senang itu Sturaro. Ia pria yang baik dan sangat menderita. Tidak bisa bermain selama hampir setahun dengan cedera tendon itu. Jadi ia pantas mendapatkannya.”

Tampil jelek

Allegri kemudian memberikan penilaian terkait performa Juve. Ia mengakui bahwa timnya tampil dibawah standar alias tampil jelek di laga itu.

“Saya mengharapkan Juventus berbeda. Kami tidak menunjukan performa yang bagus. Kamu membuat beberapa kesalahan dan kemudian gol ini muncul entah dari mana. Sama seperti kekalahan Coppa Italia dari Atalanta. Kami memilih laga yang tepat untuk kalah, karena itu tepat sebelum jeda untuk tugas international.

AS Roma Pecat Di Francesco Usai Kalah Di LC

AS-Roma-Pecat-Di-Francesco-Usai-Kalah-Di-LC-1

Klub Serie A, AS Roma pecat Di Francesco dari kursi kepelatihan menyusul hasil buruk yang didapat Giallorossi belakangan ini. Meski sempat beberapa kali digoyang, termasuk ketik usai dipermak Fiorentina 1-7 pada akhir Januari lalu.

Tetapi posisi Di Francesco nyatanya tetap aman. Namun kesabaran i Lupi kali ini sudah habis. Kekalahan 0-3 dari rival sekota, Lazio pada akhir pekan kemarin menjadi alarm bagi Di Francesco. Sialnya, Roma kemudian harus kembali menelan kekalahan 1-3 di markas Porto yang membuat mereka harus tersingkir dari pentas Liga Champions.

Hasil itu tentunya sangatlah memalukan, karena Roma merupakan sebuah tim besar dan kerap di perhitungkan dalam perburuan gelar juara Liga Champions. Nah dibawah ini merupakan ulasannya.

Roma pecat Di Francesco, ini info selengkapnya

AS-Roma-Pecat-Di-Francesco-Usai-Kalah-Di-LC-2

Pernyataan Pallotta

Lewat laman resmi mereka, Roma pun berterimakasih atas sumbansgih yang telah diberikan Di Francesco dan mendoakan semoga sosok pria berusia 49 tahun itu meraih sukses di masa depan. Nah dibawah ini merupakan pernyataan resmi klub.

“Atas nama saya sendiri dan semua orang di AS Roma, saya ingin mengucapkan terimakasih pada Eusebio atas kinerja dan komitmennya. Sejak kembali ke klub, Eusebio selalu bertinda profesional dan menempatkan keinginan klub di depan keinginannya. Kami semua mendoakan yang terbaik baginya di masa depan.”Pernyataan Pallota terkait AS Roma pecat Di Francesco.

Di Francesco di Roma

Pria berusia 49 tahun itu mempersembahkan scudetto bagi Roma ketika masih menjadi pemain pada tahun 2001 silam. Kembali ke klub pada musi panas 2017 lalu, kali ini sebagai allenatore. Musim lalu Di Francesco sukses membawa Roma melaju hingga babak semifinal Liga Champions, salah satunya dengan comeback luar biasa melawan Barcelona.

Roma pecat Di Francesco dan sebagai penggantinya kubu Serigala Roma kabarnya. Akan segera menunjuk pelatih gaek Caludio Ranieri sebagai pengganti caretaker hingga akhir musim ini. Sementara itu laga akhir pekan nanti saat melawan Empoli di stadio Olimpico Roma akan menjadi pertandingan yang berat untuk Roma, karena belum bisa di dampingi pelatih yang baru.

 

Guardiola Kandidat Pelatih Juventus Gantikan Allegri

Guardiola-Kandidat-Pelatih-Juventus-Gantikan-Allegri-2

Sebuah kabar mengejutkan datang dari klub raksasa Italia Juventus. Kabarnya  Guardiola kandidat pelatih Juventus. Dimana hal tersebut untuk menggantikan Massimo Allegri di kursi kepelatihan Bianconeri untuk musim depan. Belakangan ini, Allegri kerap disebut-sebut akan meninggalkan Turin pada musim depan.

Salah satu alasannya diyakini karena mantan nahkoda AC Milan tersebut ingin mencari tantangan baru di klub besar Eropa lainnya. Namanya pun kerap dikaitkan dengan beberapa tim seperti Real Madrid dan Manchester United. Kebetulan, baik El Real dan United saat ini sedang diasuh oleh pelatih yang minim pengalaman serta prestasi.

Guardiola kandidat pelatih Juventus, ini ulasannya

Guardiola-Kandidat-Pelatih-Juventus-Gantikan-Allegri-1

Pep Guardiola merapat ke Juve

Allegri sendiri kerap dianggap tak cocok untuk membawa Juventus meraih gelar Liga Champions. Dan pada saat ini, sang juara bertahan Serie A tersebut terancam tersingkir setelah menuai kekalahan 2-0 pada leg pertama babak 16 besar.

Beberapa nama telah disebut dan Guardiola calon kandidat pelatih Juventus. Selain itu ada nama Zidane. Pria asal Perancis itu juga dikenal cukup akrab dengan gelar Liga Champions saat ia masih mengasuh Real Madrid dulu. Namun Guardiola lebih berpeluang lantaran terlihat di Turin beberapa waktu yang lalu.

Sarat Berprestasi

Guardiola kandidat pelatih Juventus dan merupakan salah satu pelatih yang memiliki segudang prestasi. Di setiap klub yang ia tukangi, mulai dari Barcelona, Bayern Munchen hingga Manchester City. Ia selalu mempersembahkan gelar bergengsi.

Pelatih asal Spanyol itu menarik perhatian pada musim lalu. Ia sukses membawa Manchester City jadi juara Premier League dengan torehan 100 poin. Unggul 19 poin dari rival sekotanya. Manchester United, yang menempati peringkat dua pada saat itu.

The Citizens pun, dibawah asuhannya sedang menjadi salah satu calon terkuat peraih gelar Premier League musim ini. Hingga sekarang, mereka sedang menempati pucuk klasemen dan unggul satu poin dari pesaingnya , Liverpool. Sehingga apabila Pep mampu membawa Manchester Biru, maka dirinya layak disebut sebagai pelatih tersukses. Karena hampir setiap klub yang dilatih mampu memberikan gelar juara yang benar-benar luar biasa.

Jose Mourinho Latih Inter Milan Lagi, Ini Alasannya

Jose-Mourinho-Latih-Inter-Milan-Lagi,-Ini-Alasannya--2

Jose Mourinho masih belum menentukan klub mana yang dia latih paska di depak Manchester United. Namun, dikabarkan Mourinho latih Inter Milan lagi, dimana jelas ini seperti menjalani cinta lama bersemi kembali atau CLBK dengan Inter.

Mou berpisah dengan United pada Desember 2018 lalu. Laga terakhir manajer asal Portugal bersama Setan Merah adalah ketika menelan kekalahan dengan skor akhir 3-1 atas Liverpool. Posisi Mou pun langsung di ganti oleh Ole Gunnar Solskjaer. Sementara United kian moncer dibawah arahan sang legenda klub tersebut. Akan tetapi eks juru racik Chelsea itu punya keinginan tangani Inter Milan lagi.

Mourinho latih Inter Milan, ini kabar selengkapnya

Ingin kembali ke Inter

Jose-Mourinho-Latih-Inter-Milan-Lagi,-Ini-Alasannya-1

Nama Jose Mourinho sempat dikabarkan jadi kandidat pelatih baru Benfica. Namun, eks pelatih Real Madrid tersebut memilih untuk menampik tawaran dari klub asal Portugal tersebut Mourinho masih belum punya klub. Kabar baru, sebagaimana dilansir media setempat, dikabarkan Mourinho latih Inter Milan lagi.

Pelatih berusia 56 tahun tersebut sebelumnya memang pernah melatih Inyer dimasa lalu. Dia pun tertarik untuk kembali ke Inter jika memang butuh sosok pelatih baru. Pelatih Inter Milan saat ini dijabat oleh Luciano Spaletti. Posisinya kini sedang terancam. Inter gagal lolos dari fase grup Liga Champions. Inter pun kini sedang dalam performa yang buruk dengan menelan tiga kekalahan beruntun di semua kompetisi.

Memori indah

Jose-Mourinho-Latih-Inter-Milan-Lagi,-Ini-Alasannya--3

Alasan Jose Mourinho latih Inter Milan lagi lantaran dari tahun 2008 sampai 2010 dirinya mempunyai kenangan yang sangat indah. Dimana kala itu, Inter benar-benar disegani dan menjadi klub yang tangguh. Bahkan, Inter mampu meraih kejayaan bersama Mou. Bukan hanya di pentas domestik, tetapi Inter juga meraih kejayaan di level Eropa.

Morinho memberikan treble kepada Inter Milan pada musim 2009/10 dengan meraih juara pada ajang Serie A. Coppa Italia dan Liga Champions. Secara keseluruhan, Mou memberikan lima gelar juara untuk La Beneamata. Dimana hal ini jelas memori yang sangat indah. Apabila benar kembali latih rival abadi AC Milan tersebut, maka musim depan Inter punya peluang kembali berjaya.

Bakayoko Pastikan Gabung Milan Sudah Tepat

Bakayoko-Pastikan-Gabung-Milan-Sudah-Tepat

Tiemoue Bakayoko pastikan gabung Milan bukanlah pilihan yang salah. Melainkan dirinya justru menyatakan kalau mempunyai hubungan yang harmonis dengan pelatih kepala, Gennaro Gattuso sejak dirinya berada di klub. Pemain asal Perancis itu gabung AC Milan pada musim panas 2018 kemarin dari Chelsea.

Sayangnya ia tidak langsung bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya dengan cepat. Dirinya tampak loyo saat bermain di lini tengah Rossonerri. Alhasil, ia pun mendapat kritikan bertubi-tubi dari fans Milan dari Gattuso juga. Bahkan para suporter menilai dirinya tidak layak berada di Milan.

Ini komentar Bakayoko pastikan gabung Milan sudah tepat

Bakayoko-Pastikan-Gabung-Milan-Sudah-Tepat--1

Bukan langkah yang salah

Pemain berusia 23 tahun ini kemudian mengatakan bahwa situasi yang dialaminya adalah hal yang wajar. Tak semua pemain bisa langsung beradaptasi dengan baik begitu gabung klub barunya. Ia juga menegaskan keputusan gabug Rossonerri bukanlah keputusan yang patut ia sesali. Terlebih karena sejak jelang akhir tahun 2018, performanya makin membaik.

“Saya tidak pernah berpikir bergabung dengan Milan langkah yang salah. Tidak semuanya berjalan baik bagi saya dalam karir singkat saya. Terkadang awal petualangan di klub baru suit.Itu terjadi pada saya di Monaco dan Chelsea. Dan itulah sebabnya saya tidak terkejut bahwa sejarah berulang di Milan. Saya waktu untuk beradaptasi.”Kata Bakayoko pastikan gabung Milan sudah benar.

Hubungan yang baik

Bakayoko pastikan gabung Milan sudah tepat dan kemudian dirinya berharap  bisa mengikuti jejak Gattuso yang bisa mempersembahkan trofi Liga Champions. Ia juga menegaskan bahwa hubungannya dengan sang pelatih harmonis, meski ia pernah merasa tak bahagia akibat kritikannya.

“Ia bukan pemain yang paling saya kagumi, tetapi saya mengatakannya dengan sangat hormat karena ia memenangkan Liga Champions, yang merupakan impian saya. Tolong jangan katakan padanya. Bagi saya ia bos dan orang yang hebat yang banyak membantu saya dalam 2-3 bulan pertama ketika tidak semua baik-baik saja kami berbcara setiap hari.

“Tetapi sekarang tidak perlu, kami saling memahami dengan pandangan yang sederhana. Pokonya saya harus katakan bahwa saya mempunyai hubungan yang sempurna.”Kata Tiemoue Bakayoko kepada media.

 

Spalleti Puji Penampilan Benevento Dilaga Coppa Italia

Spalleti-Puji-Penampilan-Benevento-Dilaga-Coppa-Italia

Usai timnya menang 6-2 pada ajang Coppa Italia tadi malam. Pelatih Inter Milan Luciano Spaletti puji penampilan Benevento. Pujian yang diberikan kepada klub Seri B tersebut lantaran lawannya itu bermain sangat luar biasa dan benar-benar memberikan perlanwanan yang nyata.

Dengan kemenanan tersebut maka membuat Inter memastikan lolos ke babak 8 besar. Pada laga tersebut Inter memang sejatinya mendominasi penuh pertandingan. Namun Benevento tidak mau menyerah begitu saja, sehingga mereka sempat membobol gawang Nerrazurri sebanyak dua kali. Dengan catatan itulah Spaletti terkesan.

Spaletti puji penampilan Benevento, ini komentarnya seusai laga

Spalleti-Puji-Penampilan-Benevento-Dilaga-Coppa-Italia-1

Semangat Juang Tinggi

Spaletti mengaku kagum dengan mentalitas yang dimiliki Benevento, dimana mereka sama sekali menolak menyerah meski sudah tertinggal dengan skor yang besar. Hal itulah yang membuat Spaletti puji penampilan Benevento di ajang Coppa Italia.

“Ketika kami unggul 4-0 atas mereka, mereka bisa saja menyerah. Dan pada saat itu kamu bersikap seakan-akan pertandingan sudah selesai. Namun mereka Benevento terus mencoba untuk kompetitif. Mereka berhasil mencetak gol ke gawang kami dan mereka terus berjuang untuk merebut bola dari kaki pemain kami.”Kata Spaletti kepada media.

Respon Cepat

Spalleti-Puji-Penampilan-Benevento-Dilaga-Coppa-Italia-2

Selai itu, Spaletti puji penampilan Benevento. Dirinya juga memuji permainan anak asuhnya. Dimana tidak membiarkan sang lawan berkembang. Dia menyebut timnya berhasil meredam sang lawan dengan respo cepat yang merek berikan di atas lapangan.

“Meski mereka melawan, kami juga memberikan perlawanan kepada mereka dan kami berhasil mengembalikan keunggulan kami. Ini adalah pertandingan yang bagus, laga yang sulit malahan dan Benevento pantas mendapatkan kredit untuk itu.”Kata Luciano Spaletti kepada media setempat.

Lawan Berikutnya

Inter Milan sendiri akan menghadapi Lazio di babak delapan besar Coppa Italia musim. Dimana pertandingan ini akan digelar di akhir Januari . Usai Spaletti puji epenampilan Benevento. Dirinya berharap agar timnya mampu mencapai final dan memenangkannya di musim ini. Hal tersebut dinilai nantinya dapat memotivasi permainan tim untuk menyambt musim berikutnya. Yang mana di anggap lebih ketat dan benar-benar menarik.

Cristiano Ronaldo Cetak Gol, Donnarumma Malu

Cristiano-Ronaldo-Cetak-Gol,-Donnarumma-Malu-1

Laga antara AC Milan menghadapi Juventus pada akhir pekan kemarin merupakan kesempatan besar bagi Donnaruma. Pasalnya dirinya berjumpa dengan mega bintang Ronaldo. Namun dirinya salah tingkah lantaran Cristiano Ronaldo cetak gol ke gawangnya.

Sang kiper hanya bisa terdiam lantaran pemain yang diboyong Si Nonya Tua dari Real Madrid tersebut mencetak gol pada menit ke 81. Gol tersebut, ditambah gol Mario Mandzukic pada awal laga, mengunci kemenangan Juventus atas Rosoneri dengan skor meyakinkan 2-0.

Selain dua gol dari sang mega binta dan Mandzukic, laga tersebut juga diwarnai drama kartu merah penyerang AC Milan, Gonzalo Higauin. Hal itu solah menggambarkan rasa frustasinya lantaran gagal mencetak gol dari titik putih di babak pertama.

Cristiano Ronaldo cetak gol, Donnarumma berikan kesannya

Cristiano-Ronaldo-Cetak-Gol,-Donnarumma-Malu-1

Bagi seorang penjaga gawang, kebobolan tentu saja merupakan hal yang tidak menyenangkan. Apalagi Cristiano Ronaldo cetak gol. Tetapi perasaan kecewa Donnaruma kecewa bisa dilupakan begitu saha karena dirinya berkesempatan untuk berhadapan dengan Ronaldo.

“Sangat menyenangkan bisa bertemu dengan pemain kelas dunia seperti Ronaldo,”Kata Gianluigi Donnaruma kepada media.

“Pasalnya saya selalu menghadapinya dalam pertandingan di Playstation dan kali ini sesungguhnya saya bisa berjumpanya langsung di sebuah laga bergengsi.

“Saya tidak berbicara dengannya usai pertandingan kemarin, karena saya merasa sangat malu.”

Cristiano Ronaldo cetak gol ke gawang AC Milan merupakan gol ke 8 di Seri A.

Ketika sang mega bintang di datangkan Juventus pada awal musim, banyak kalangan yakin dirinya bisa bersinar dan mampu membawa Juve meraih gelar bergensi seperti Liga Champions pada musim ini. Namun penampilanya di awal justru mendapatkan krtikan tajam.

Krtikan yang mengara kepada punggawa tim nasional Portugal tersebut. Pasalnya dirinya belum juga dapat mencetak gol dan hal ini membuatnya sempat diragukan bisa memberikan dampak yang lebuh untuk klub asal kota Turin tersebut.

Namun usai Cristiano Ronaldo cetak gol pertamanya ke gawang Sassoulo mendapatkan pujian yang luar biasa dan ketika itu keran golnya terus bertambah hingga ke giornata ke 12. Bahkan dirinya disebut-sebut bisa sebagai top skor.

Patrick Cutrone Bersinar Di Italia

Patrick-Cutrone-Bersinar-Di-Italia

Nama Patrick Cutrone menjadi salah salah satu pemain muda yang memberikan kejutan. Bagaimana tidak, lantaran dirinya mampu menjadi solusi dibalik tumpulnya para penyerang handal AC Milan di beberapa pertandingan penting.

Kehebatan Cutrone adalah sebuah fenomena yang menginringi perjalanan Milan di musim ini. Tak ada yang menduga striker berusia 20 tahun itu akan menjadi pemain yang paling berkontribusi besar di balik kebangkitan tim. Kehebatannya juga membuat lini dpan AC Milan memiliki senjata andalan.

Padahal, pemain yang paling diharapkan untuk konsisten mencetak dua gol ada dua pilar anyara yakni Nikola Kalinic dan Andre Silva. Sialnya, penampilan mereka sangat mengecewakan baik untuk klub dan para fans yang begitu setia.

Tercatat di usim ini Patrick Cutrone mampu mengolekis 14 gol dan empat assist dari 34 laga. Dirinya pun memoliki andil dibalik sukses Rossonerri tak terkalahkan dalam 13 laga terakhir. Bahkan, Milan juga melaju ke babak 16 besar Liga Europa dan final Coppa Italia.

Namun, Patrick Cutrone bukanlah menjadi satu-satunya pemain muda  seri A yang tengah bersinar. Setidaknya, ada tiga pemain muda lain. Berikut Daftarnya.

Milan Skriniar

Patrick-Cutrone-Bersinar-Di-Italia-1

Tak akan ada yang membantah jika menyebut Skriniar sebagai salah satu transfer tersukses yang dilakukan Inter Milan dalam beberapa tahun terakhir. Dirinya dipinang dari Sampdoria pada bursa transfer musim panas 2017 dengan biaya 23 juta euro.

Usianya sendiri masih sangat muda, tetapi dia mendapatkan kepercayaan penuh dari pelatih Luciano Spaletti mengawal jantung pertahanan Nerazzuri. Uniknya, dirinya tak pernah absen dalam semua laga Inter di Seri A dan selalu tampil sebagai starter.

Di tengah keterpurukan Inter Milan pun masih dianggap tampil gemilang. Tak heran jika pemain berusia 23 tahun itu mengundang banyak ketertarika seperti dengan Patrick Cutrone. Dimana salah satu klub top yang tengah mengincarnya yakni Barcelona.

Seperti diketahui sebelumnya Manchester City sempat dilaporkan mencoba ntuk mendatangkannya pada bursa transfer Januari 2-18. Tawarn yang mereka layangkan adalah sebesar 65 juta euro. Dimana hal ini jelas dirinya sangat dibutuhkan klub lain.

Amadou Diawara

Patrick-Cutrone-Bersinar-Di-Italia-2

Sulit untuk percaya bahwa Napoli bisa ungguli Juventus di klasemen Seri A hingga pekan ke 26. Partinopei unggul empat poin atas Juventus yang punya sisa satu pertandingan lebih banyak. Rapor positif Napoli juga tak lepas dari peran gelandang muda yang mereka miliki Amadou Diawara.

Bagi gelandang berusia 20 tahun itu, ini adalah musim keduanya bersama Napoli dan dia di datangkan dari Bologna pada musim 2016 dengan biaya yan tak diketahui. Musim lalu, saat masih berusia 19 tahun dia sudah tampil dalam 28 pertandingan di semua kompetisi

Pada musim ini dirinya tercatat sudah tampil sebanyak 24 laga. Diawaran juga sudah menyumbang satu go dan satu assist. Sehingga dengan catatan yang apik itulah dirinya setara dengan Patrick Cutrone yang tampil impresif.

Lucas Torreira

Patrick-Cutrone-Bersinar-Di-Italia-3

Sampdoria pada musim 2017-2018 merupakan pesaing utama Milan dalam perubutan zona Liga Eropa di klasemen Seri A. Hingga pekan ke 26 Sampdoria menempati urutan keenam dengan keunggulan selesih gol atas Rossoneri. Di balik kehebatan mereka ternyata ada sosok, Lucas Torreira.

Ya, dirinya merupakan pemain muda yang cukup menarik perhatian bagi para pecinta sepakbola. Dia tercatat kini berusia 22 tahun. Namun kehebatan Torreira sendiri memang bukan sebuah kejeutan. Pasalnya dirinya sudah menunjukan kemampuannya sejak masih di Pescara.

Dirinya di boyong dari Pescara pada musim panas 2016 dan musim lalu dirinya tampil 36 laga dan sumbangkan tiga assist. Musim ini tampil 28 laga serta mencetak empat gol. Namun di musim ini sang pemain memutuskan bergabung ke Arsenal. Dimana kualitasnya sama seperti Patrick Cutrone.

Karir Gonzalo Higuain Di Italia

Karir-Gonzalo-Higuain-Di-Italia

Bagi pecinta sepakbola pasti sudah tidak asing lagi dengan Higuain. Namanya kala itu dikenal kala dirinya memperkuat Real Madrid, total pemain asal Argentina itu mengemas 107 gol dan kini karir Gonzalo Higuain bisa dibilang belum habis kendati usianya berusia 30 tahun.

Tercatat kini dirinya telah membela AC Milan usai jasanya tidak tidak pakai lagai sejak hadirnya Cristiano Ronaldo ke Juve. Namun dirinya menegaskan kepada kalangan bahwa dirinya belum habis dan musim ini siap memberikan kejutan.

Berikut ini karir Gonzalo Higuain di Seri A

Napoli

Karir-Gonzalo-Higuain-Di-Italia-1

Higuain direkrut Napoli untuk menggantikan Edinson Cavani yang dilepas ke Paris Saint Germain. Pada musim pertamanya di Italia, Higuain mencetak 17 gol Seri A sekaligus menjuarai Coppa Italia 2013/2014. Dia lalu mencetak dua gol plus satu saat adu penalti ketika Napoli mengalahkan Juventus di Piala Super Italia 2014.

Karir Gonzalo Higuain dua musim pertama di Italia ditandainya dengan total 35 gol, 17 gol pada 2013/2014 dan 18 gol pada 2014/2015. Higuain menutup musim ketiganya di Seri A dengan hatrick ke gawang Frosinone di pekan terakhir musim 2015/2016. Dimana membuatnya menjadi top skor sekaligus memecahkan rekor jumlah gol dalam semusim Seri A. Sebelumnya rekor itu dipegang oleh Gunnar Nordahl sebanyak 35 gol selama 66 tahun.

Selama tiga musim di Napoli. Higuain punya rata-rata 30 gol per musim di seluruh kompetisi yakni sebanyak 91 gol dalam 146 pertandingan. Di Napoli, Higuain juga berhasil mencetak banyak gol di kompetisi Liga Eropa. Dimana jumlah itu menyamai torehan gol Marej Hamsik dan cuma Edinson Cavani sebanyak 19 gol yang mencetak lebih banyak gol untuk Napoli di kompetisi Eropa.

Juventus

Gonzalo-Higuain-Di-Italia-2

Usai bermain bagus bersama Napoli dengan torehan yang begitu luar biasa. Pemain yang pernah merumput bersama River Plate itu langsung menerima tawaran dari raksasa Seri A lainya, Juventus dengan nilai transfer senailai 90 juta euro. Dimana membuatnya paling mahal dalam sejarah Italia. Karir Gonzalo Higuain selama bersama Nyonya Tua benar-benar sangat bagus.

Dimana sang pemain menandai debutnya dengan mencetak gol dalam kemenangan 2-1 kontra Fiorentina. Bahkan dirinya menyamai rentetan gol terbaiknya setalah rutin bikin gol alam enam pertandingan beruntun di Seri A dari 11 Desember 2016 sampai 29 Januari 2017.Dalam dua musim bersama La Vecchia Signora, Higuain mencetak 40 gol dalam 73 partai Seri A.

Selama berada di kota turin karir Gonzalo Higuain benar-benar luar biasa. Dimana dirinya telah membantu Bianconerri meraih gelar ganda, Scudetto dan Coppa Italia. Pada kedua musimnya bersama Juve tersebut dirinya juga ikuti tampil di final Liga Champions 2017  saat Juve tnduk dari Real Madrid di Cardiff.  Namun dengan hadirnya Cristiano Ronaldo maka dirinya harus rela pergi dari Juve.

AC Milan

Gonzalo-Higuain-Di-Italia-3

Musim panas ini dirinya di boyong Rossoneri sebagai pemain pinjaman dari Juventus dengan durasi satu musim. Milan harus membayar 18 juta euro ke Juventus untuk musim 2018/2019. Milan juga punya opsi membeli Higuain secara permanen dengan harga sebesar 36 juta euro.

Karir Gonzalo Higuain pada musim ini benar-benar sangat baik. Dimana  dirinya sudah tampil sebanyak 10 kali dan mencetak lima gol. Namun sayangnya sang pemain  pada pertandingan kontra Juventus di tahun 2018 ini membuat ulah. Ya, dirinya pada laga tersebut langsung di ganjar kartu merah.

Meski begitu baru-baru ini Higuain meminta maaf kepada kalangan. Dimana dirinya merasa saat itu tengah terbawa emosi dan dalam konferensi persnya dirinya menyebut bukanlah seorant robot yang bisa menahan emosi khususnya pada laga anas melawan Juve, yang mana mantan klubnya.